Risiko merupakan kata yang sudah kita dengar hamper setiap
hari. Biasanya kata tersebut mempunyai konotasi yang negative, sesuatu yang
tidak kita sukai, sesuatu yang ingin kita hindari.
Apa yang
bermaksud dengan risiko? Risiko bisa didefinisikan dengan berbagai cara. Sebagai
contoh, risiko bisa didefinisikan sebagai kejadian yang merugikan. Definisi lainyang
sering dipakai untuk analisis investasi, adalah kemungkinan hasil yang
diperoleh menyimpang dari yang diharapkan. Deviasi standar merupakan alat
statisti yang bisa digunakan untuk mengukur penyimpangan. Pengukuran yang lain
adalah menggunakan probabilitas.
A.
Risiko dan Kondisi Ketidakpastian
Risiko muncul karena ada kondisi ketidakpastian. Praktis kita menghadapi
banyak ketidakpastian di dunia ini. Sebagai contoh, hari ini bisa hujan, bisa
juga tidak hujan. Investasi kita bisa mendatangkan keuntungan (harga naik),
bisa juga menyebabkan kerugian (harga turun). Ketidakpastian tersebut menyebabkan
munculnya risiko. Ketidakpastian itu sendiri ada banyak tingkatannya. Table berikut
ini menunjukkan tingkatan ketidakpastian dengan karakteristiknya.
|
TINGKAT
KETIDAKPASTIAN
|
KARAKTERISTIK
|
CONTOH
|
|
Tidak ada
(Pasti)
|
Hasil
bisa diprediksi dengan pasti
|
Hukum alam
|
|
Ketidakpastian
objektif
|
Hasil
bisa diidentifikasi dan probabilitas diketahui
|
Permainan
dadu, Kartu
|
|
Ketidakpastian
subjektif
|
Hasil
bisa diidentifikasi tapi probabilitas tidak diketahui
|
Kebakaran,
Kecelakaan mobil, Investasi
|
|
Sangat
ditidak pasti
|
Hasil
tidak bisa diidentifikasi dan probabilitas tidak diketahui
|
Eksplorasi
angkasa
|
B.
Tipe – Tipe Risiko
1.
Risiko murni adalah risiko dimana kemungkinan
kerugian ada, tetapi kemungkinan keuntungan tidak ada
2.
Risiko spekulatif adalah risiko di mana kita
mengharapkan kerugian dan juga keuntungan